Tampilkan postingan dengan label PSKE-1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSKE-1. Tampilkan semua postingan

Work Sampling

Sabtu, 16 Februari 2013

 Work Sampling


            Manusia dalam bekerja umumnya memiliki siklus kerja yang jelas dan siklus kerja yang tidak jelas. Siklus kerja yang tidak jelas menyebabkan banyaknya waktu menganggur, sehingga terjadi penurunan produktivitas operator. Supaya meningkatkan produktivitas operator dan mengurangi waktu menganggur, digunakan metode work sampling. Metode work sampling adalah metode untuk dapat mengukur tingkat produktivitas dari operator dalam melakukan pekerjaan yang diamati secara langsung. Metode work sampling dapat juga mengetahui saat operator bekerja dan saat menganggur, dengan cara mengambil data dengan tabel acak yang dilakukan secara acak atau terputus-putus, itu semua dilakukan untuk menghasilkan sebuah cara kerja yang baik.
     Pengaplikasian pada modul work sampling dalam pengambilan data dua orang operator loket tiket Taman Mini Indonesia Indah. Loket TMII dipilih karena mempunyai siklus kerja tidak tetap, sehingga dapat mengamati apakah operator bekerja atau tidak.


BAB II + Materi dosen klik di sini
BAB IV klik di sini



Peta Peta Kerja


Peta-Peta Kerja




Manusia pada kehidupan sehari-hari pasti selalu melakukan suatu aktivitas untuk kelangsungan hidupnya. Operator terkadang melakukan langkah-langkah pekerjaan yang tidak sesuai dengan urutan-urutan pekerjaan. Pekerjaan yang tidak sesuai dengan urutan tersebut akan mengakibatkan waktu yang diperlukan dalam melakukan suatu operasi pekerjaan akan semakin lama dan tidak efisien sehingga menyebabkan produktifitas semakin menurun. Apabila ingin meningkatkan kembali produktifitas perusahaan tersebut maka operator harus melakukan pekerjaan sesuai urutan dan langkah-langkah yang sudah di tetapkan oleh perusahaan. 
Urutan dan langkah-langkah tersebut dibuat dengan menggunakan alat yang dinamakan peta-peta kerja, peta-peta kerja itu sendiri merupakan alat komunikasi yang bersifat sistematis yang menganalisa proses kerja dari awal sampai akhir. Peta-peta kerja inilah yang akan menjadi dasar dan membuat urutan-urutan pekerjaan yang sesuai sehingga kerja yang dilakukan operator akan lebih efisien dan membuat produkstiftas perusahaan tersebut meningkat kembali.
Pengaplikasian pada peta-peta kerja ini adalah merakit sebuah produk kotak P3K yang berbahan dasar dari papan triplek. Kotak P3K juga sangat berguna untuk kebutuhan manusia, karena dapat menyimpan obat-obatan bila diperlukan secara mendadak. Kotak P3K juga diperlukan di beberapa tempat, seperti klinik, posyandu, puskesmas, rumah sakit, dan tempat-tempat lain. Kotak P3K ini juga dibutuhkan sebab kotak P3K berguna untuk menyimpan berbagai macam alat-alat medis dan obat-obatan yang sewaktu-waktu bisa saja untuk melakukan pertolongan pertama untuk mengatasi luka atau ataupun penyakit.



BAB II + Materi dosen klik di sini
BAB IV klik di sini



Peringkat Kinerja Operator


Peringkat Kinerja Operator


Operator dalam melakukan pekerjaannya di suatu perusahaan pastinya membutuhkan waktu yang sesuai untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya. Normalnya, operator dalam melakukan pekerjaannya tersebut ada yang menyelesaikan pekerjaannya itu dengan waktu yang relatif berbeda, ada yang menyelesaikan pekerjaannya dengan waktu yang cepat dan ada juga yang menyelesaikan pekerjaannya dengan waktu yang lambat ataupun wajar. Tentunya ini akan menimbulkan produktifitas dari perusahaan yang berbeda-beda. Padahal perusahaan menginginkan produktifitasnya untuk tetap stabil dan tidak mengalami penurunan.
Perbedaan waktu penyelesaian kerja inilah yang menjadi faktor penyebab ketidakstabilan produktifitas dari suatu perusahaan sebab apabila operator menyelesaikan pekerjaannya dengan waktu yang cepat maka produktifitas akan semakin baik tetapi operator akan lebih cepat mengalami kelelahan, sebaliknya dengan operator yang menyelesaikan pekerjaannya dengan waktu yang lambat dia tidak cepat mengalami kelelahan namun pekerjaan yang dikerjakan tidak efisien dan membutuhkan waktu yang lama sehingga produktifitas akan menurun, sedangkan perusahaan itu sendiri tidak menginginkan produktifitasnya menurun.
Berdasarkan perbedaan waktu tersebut dibutuhkan keseragaman waktu dalam menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan oleh operator. Waktu itu adalah waktu baku, dimana waktu baku ini nantinya yang akan menyeragamkan waktu-waktu penyelesaian kerja yang dilakukan oleh setiap operator agar operator mempunyai batas maksimal dalam waktu penyelesaian pekerjaan. Peringkat kinerja operator (PKO) ini lah yang menjadi dasar untuk menentukan waktu baku dalam penyelesaian waktu kerja sehingga terbentuklah keseragaman waktu penyelesaian kerja yang dibutuhkan oleh operator dalam menyelesaikan pekerjaannya.
            Pengaplikasian pada peringkat kinerja operator ini adalah merakit sebuah produk spon cuci piring yang berbahan dasar dari busa kuning. Spons cuci piring juga sangat berguna untuk kebutuhan manusia, karena dapat membantu membersihkan piring atau alat-alat lain pada saat pencucian.


BAB II + Materi dosen klik di sini
BAB IV klik di sini



Basic Methods Time Measuremnt (MTM-1)



      Manusia dalam kehidupan sehari-hari pasti selalu melakukan pekerjaan atau aktivitas untuk kelangsungan kehidupannya. Oleh sebab itu, dalam melakukan aktivitas atau pekerjaannya, manusia pasti dengan tidak sadar akan melakukan gerakan-gerakan yang tidak diperlukan atau tidak sesuai dalam aktivitasnya. Akibatnya, banyak waktu yang terbuang atau tidak berguna, dengan banyaknya waktu yang terbuang tersebut produktivitas merekapun akan menurun.
      Salah satu cara untuk meminimalisir gerakan-gerakan yang tidak sesuai itu, dilakukanlah analisis dan perbaikan. Metode yang akan dipakai untuk menganalisis gerakan-gerakan itu ialah Basic Methods Time Measurement (MTM-1). Menggunakan metode tersebut, maka gerakan-gerakan yang tidak sesuai itu akan menurun. Produktivitas atau penghasilan yang mereka dapat juga akan tinggi.
            Perakitan tamiya, akan dilakukan pengukuran elemen dari operator dan akan dipisahkan ke dalam gerakan-gerakan dasar yang termasuk dalam metode MTM-1. Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang dalam penyusunan Laporan Akhir Basic Methods Time Measurement (MTM-1).



BAB II + Materi dosen klik di sini
BAB IV klik di sini