Peringkat Kinerja Operator
Operator dalam melakukan pekerjaannya di
suatu perusahaan pastinya membutuhkan waktu yang sesuai untuk dapat
menyelesaikan pekerjaannya. Normalnya, operator dalam melakukan pekerjaannya
tersebut ada yang menyelesaikan pekerjaannya itu dengan waktu yang relatif
berbeda, ada yang menyelesaikan pekerjaannya dengan waktu yang cepat dan ada
juga yang menyelesaikan pekerjaannya dengan waktu yang lambat ataupun wajar.
Tentunya ini akan menimbulkan produktifitas dari perusahaan yang berbeda-beda.
Padahal perusahaan menginginkan produktifitasnya untuk tetap stabil dan tidak
mengalami penurunan.
Perbedaan waktu penyelesaian kerja inilah
yang menjadi faktor penyebab ketidakstabilan produktifitas dari suatu
perusahaan sebab apabila operator menyelesaikan pekerjaannya dengan waktu yang
cepat maka produktifitas akan semakin baik tetapi operator akan lebih cepat
mengalami kelelahan, sebaliknya dengan operator yang menyelesaikan pekerjaannya
dengan waktu yang lambat dia tidak cepat mengalami kelelahan namun pekerjaan
yang dikerjakan tidak efisien dan membutuhkan waktu yang lama sehingga
produktifitas akan menurun, sedangkan perusahaan itu sendiri tidak menginginkan
produktifitasnya menurun.
Berdasarkan perbedaan waktu tersebut
dibutuhkan keseragaman waktu dalam menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan oleh
operator. Waktu itu adalah waktu baku, dimana waktu baku ini nantinya yang akan
menyeragamkan waktu-waktu penyelesaian kerja yang dilakukan oleh setiap
operator agar operator mempunyai batas maksimal dalam waktu penyelesaian
pekerjaan. Peringkat kinerja operator (PKO) ini lah yang menjadi dasar untuk
menentukan waktu baku dalam penyelesaian waktu kerja sehingga terbentuklah
keseragaman waktu penyelesaian kerja yang dibutuhkan oleh operator dalam
menyelesaikan pekerjaannya.
Pengaplikasian
pada peringkat kinerja operator ini adalah merakit sebuah produk spon cuci
piring yang berbahan dasar dari busa kuning. Spons cuci piring juga sangat berguna untuk kebutuhan
manusia, karena dapat membantu membersihkan piring atau alat-alat lain pada
saat pencucian.
BAB II + Materi dosen klik di sini
BAB IV klik di sini
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah mengunjungi dan membaca blog saya