Etika Profesi

Sabtu, 28 Maret 2015
Tugas Pertama

1. Apakah kepakaran dari seorang sarjana teknik industri?

Teknik industri merupakan salah satu cabang dari ilmu teknik yang berhubungan dengan pengembangan, perbaikan dan implementasi. Teknik industri memiliki 3 keahlian, yaitu dalam bidang sistem manufaktur, manajemen industri, sistem industri dan tekno ekonomi. Keahlian sistem manufaktur dipergunakan oleh sarjana teknik industri untuk meningkatkan kualitas, produktivitas dan efisiensi sistem, ilmu yang digunakan dalam melakukannya adalah sistem produksi, perencanaan dan pengendalian produksi, perencangan tata letak fasilitas, ergonomi dan permodelan sistem. 
Keahlian yang kedua yaitu manajemen industri dipergunakan oleh sarjana teknik industri untuk meningkatkan sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen yang bertumpu pada keunggulan sumber daya manusia, ilmu yang digunakan dalam melakukannya adalah ekonomi teknik, manajemen pemasaran, manajemen keputusan, dan manajemen kualitas. Keahlian yang ketiga adalah sistem industri dan tekno ekonomi dipergunakan oleh sarjana teknik industri untuk peningkatan daya saing sistem, ilmu yang digunakan dalam melakukannya adalah risert operasi, statistika industri, sistem logistik, dan logika pemrogaman. Berdasarkan ketiga kepakaran tersebut seorang sarjana teknik industri dapat bertahan dalam menghadapi pasar global, karena sarjana teknik industri telah memiliki bekal yang cukup dan dapat memasuki dalam segala bidang.

2. Tuliskan karakter-karakter tidak beretika menurut kalian dalam kehidupan sehari-hari (beri 5 contoh dan analisis)!

Etika merupakan sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan seseorang secara sadar untuk mentatati ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku. Sebagai manusia kita harus berperilaku baik terhadap sesama manusia, terhadap binatang dan tumbuhan. Terdapat beberapa karakter manusia yang tidak beretika, yaitu berbohong, egois, pemarah, iri hati, pemalas. Berikut ini adalah analisis dari setiap perilakunya.
Etika buruk yang pertama adalah berbohong. Berbohong adalah salah satu sikap dimana manusia membuat pernyataan tidak benar dengan tujuan membuat percaya seseorang. Contohnya adalah mencontek, kegiatan mencontek adalah salah satu contoh dari kebohongan karena dia tidak jujur terhadap diri sendiri akan kemampuannya. Kegiatan berbohong dapat menyebabkan ketergantungan, maksudnya jika iya berbohong sekali maka iya akan berbohong kedua kalinya untuk menutupi kebohongan yang pertama sampai seterusnya terulang lagi dan lagi. 
Etika buruk yang kedua adalah egois. Sikap egois sangatlah sikap yang membahayakan dalam pergaulan karena manusia merupakan mahluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan yang lain seharusnya tidak bersikap mementingkan diri sendiri. Contohnya adalah dalam berpergian memakai kendaraan umum, seharusnya mendahulukan atau memprioritaskan tempat duduk untuk kaum difabel, orang tua, dan ibu hamil.
Etika buruk yang ketiga adalah pemarah. seseorang yang sedang marah cenderung tidak dapat mengkontrol dirinya. Jika dia tidak dapat mengkontrol dirinya maka akan menimbulkan kerugian baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Sikap pemarah dapat menjauhkan seseorang terhadap komunitasnya.
Etika buruk yang keempat adalah iri hati. Iri hati adalah sikap dimana tidak mengingkan seseorang merasa senang. Sikap ini berbahaya karena dapat merusak ketenangan dan ketentraman hati. Seseorang yang memiliki sikap iri hati selalu menginginkan untuk lebih unggul dari pada orang lain walau dengan jalan apapun. Contohnya jika tetangga kita membeli mobil baru, seharusnya kita merasa senang karena mereka mendapatkan kenikmatan, bukanya sibuk mencari sana sini untuk membeli mobil juga walaupun mengorbankan keluargaanya.
Etika buruk yang kelima adalah pemalas. Sikap malas akan menjauhi kita dari rizki yang harusnya kita dapatkan. Perilaku seperti ini harunya dihindari dalam bekerja, karena dalam bekerja kita mempertaruhkan keluarga. Maksudnya jika kita dikeluarkan dalam pekerjaan maka kita tidak dapat menghidupi keluarga, dan mengakibatkan keluarga menderita.

3. Tuliskan aktifitas tidak beretika profesional dalam bekerja (beri 5 contoh dan analisis)!

Terdapat beberapa aktifitas tidak beretika profesional dalam bekerja, yaitu menyalahi jabatan yang diberikan, malas dalam bekerja, tidak menghargai pendapat rekan bekerja, tidak tepat waktu, tidak jujur dalam bekerja. Berikut ini pembahasan untuk setiap contoh.
Aktifitas tidak beretika profesional dalam bekerja yang pertama adalah menyalahi jabatan yang diberikan. Jabatan adalah tanggung jawab yang harus di pegang oleh sesorang untuk memajukan suatu instansi atau kelompok. Salah satu contoh dalam penyalagunaan jabatan adalah melakukan korupsi baik dari segi waktu maupun materi. Perbuatan korupsi merupakan perbuatan tercela karena mengambil hak orang lain, sehingga orang lain merasakan rugi.
Aktifitas tidak beretika profesional dalam bekerja yang kedua adalah malas dalam bekerja, sikap malas adalah sikap yang paling dibenci dalam dunia kerja karena menghilangkan pendapatan perusahaan. Contohnya adalah ketika diberikan pekerjaan, karyawan tidak mengerjakan tugasnya dengan benar sehingga tugas yang seharusnya  dapat diselesaikan dalam satu hari akan menjadi 2 hari sehingga perusahaan merugi waktu dan uang untuk membayar gaji pegawai tersebut.
Aktifitas tidak beretika profesional dalam bekerja yang keempat adalah tidak menghargai pendapat rekan bekerja. Contonya adalah ketika melakukan rapat untuk menangani masalah seharusnya kita bisa menerima masukan dari rekan kerja, karena bisa saja masukan dari rekan kita merupakan jalan keluar dari masalah tersebut.
Aktifitas tidak beretika profesional dalam bekerja yang keempat adalah tidak tepat waktu. Contohnya adalah tidak datang tepat waktu, dalam dunia kerja ketepatan waktu adalah hal terpenting, sehingga orang yang terbiasa tidak tepat waktu dalam bekerja akan diperhitungkan dalam penilaiannya dan terancam di PHK karena telah membuat perusahaan merugi.
Aktifitas tidak beretika profesional dalam bekerja yang kelima adalah tidak bekerja jujur. Contohnya adalah agar mendapatkan keuntungan yang lebih dari hasil kerja, kita mengambil barang yang merupakan milik perusahaan dan menjualnya keluar.



Sumber: Wikipedia Teknik Industri

Studentsite Bermasalah

Minggu, 30 November 2014


Studentsite adalah merupakan situs yang digunakan oleh mahasiswa (Universitas Gunadarma) untuk memperoleh informasi dari kampus. Biasanya di akhir bulan banyak mahasiswa yang melakukan upload tugas, terutama softskill. Dengan tampilan studentsite yang baru banyak mahasiswa yang tidak bisa untuk login. Kali ini saya akan membantu memberikan informasi agar mahasiswa dapat kembali login, dengan cara forgot password.
Langkah yang pertama adalah menyambungkan computer atau laptop dengan koneksi internet. Yakali kalo gak pake internet, main monopoly aja udah pake internet kali… hahaha
Langkah kedua adalah mengunjungi situs http://helpdesk.gunadarma.ac.id/. Situs ini memberikan pelayanan terhadap masalah yang berkaitan dengan account (email, username, password), penggunaan internet maupun wifi di lingkungan Universitas Gunadarma.
Helpdesk
Langkah ketiga adalah memilih submit a ticket. Setelah memilih submit a ticket, maka akan muncul kolom select department. Pada kolom select department memilih media center kemudian memilih next.
Langkah keempat setelah memilih next adalah mengisi form submit a ticket. Formnya seperti dibawah ini.
submit a ticket

Pada form di atas pilih problem identification adalah lupa username/password studentsite. dan mengisi subject dengan lupa username/password studentsite. Nah terus deskripsiin jg masalahnya kenapa kalo gak bisa masuk, apa mau bikin tugas atau yang lainnya. Pada kolom upload file, masukan hasil foto KRS,dan kartu mahasiswa. Selanjutnya masukan kode yang tertera. Langkah selanjutnya adalah memilih submit.
Note:   Jika Email yang digunakan untuk melakukan registrasi studentsite sudah tidak aktif, maka untuk kolom Email  diisi aja Email yang masih aktif. Kemudian beri alasan pada kolom deskripsi.

Langkah selanjutnya akan keluar tiketnya, Nah tiketnya disimpan. Nanti kalau sudah seminggu, tidak ada Email balasan maka, bawa ticket ke Babsi. dann tanyakan.

Tugas Kedua: Perencanaan Operasional

Sabtu, 29 November 2014

Perencanaan Operasional, bisnis, kewirausahaan, natural, cipta, ganteng, industri, kartun, animasi
Perencanaan Operasional
Dalam membangun usaha pastinya harus memiliki perencanan yang matang, baik dalam segi perencanaan organisasional ataupun dalam segi sistem produksinya. Segi perencanaan organisasional sangatlah penting dalam membangun usaha, karena dari perencanaan organisasional digunakan untuk mengetahui tugas dari masing-masing anggota dalam suatu badan usaha, serta mengetahui alur informasi yang diberikan untuk kelancaran operasional dari badan usaha. Perencanaan organisasional adalah suatu proses kegiatan pemikiran dan penentuan prioritas yang harus dilakukan secara menyeluruh sebelum melakukan tindakan yang sebenar-benarnya dalam rangka mencapai tujuan.
Tujuan dari perencanaan organisasional terbagi menjadi dua. Berikut ini adalah penjelasan tujuan dari perencanaan organisasional [1].
  1. Tujuan perlindungan (protective), maksudnya adalah melakukan minimasi terhadap resiko dengan cara mengurangi ketidakpastian disekitar kondisi bisnis, serta menjelaskan resiko atas tindakan manajerial yang saling berhubungan.
  2. Tujuan kesepakatan (afirmative), maksudnya adalah untuk meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional.
Perencanaan Organisasi, bersama, meeting, kelompok, belajar, bisnis, kartun, fairy science, animasi kartun
Perencanaan Organisasi
Sumber daya manusia (SDM) sangatlah mempengaruhi kinerja dalam suatu badan usaha untuk mencapai suatu tujuan. Sumber daya manusia (SDM) yang kurang berkualitas dan kesalahan pembagian job desk sangatlah menghambat dalam pencapaian tujuan. Oleh karena itu, Henry Fayol memberikan solusi dalam melakukan melakukan pengorganisasian sumber daya. Solusi pengorganisasian sumber daya yang dikemukakan oleh Henry Fayol terbagi menjadi 16 garis pedoman umum. Berikut ini adalah solusinya [2].
  1. Pembagian kerja,
  2. Wewenang dan tanggung jawab,
  3. Disiplin,
  4. Kesatuan perintah,
  5. Kesatuan pengarahan,
  6. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri,
  7. Penggajian pegawai,
  8. Pemusatan,
  9. Hirarki,
  10. Ketertiban,
  11. Keadilan dan kejujuran,
  12. Stabilitas kondisi karyawan,
  13. Prakarsa,
  14. Semangat kesatuan dan semangat korps,
  15. Menghindari adanya pengaturan, birokrasi dan kertas kerja, dan
  16. Memberikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan,
Perencanaan organisasi, mono poly, kartun, bisnis, animasi
Perencanaan organisasi
Setelah mengetahui 16 garis pedoman umum yang digunakan dalam pembagian sumber daya. Selanjutnya adalah mengetahui keuntungan dan kerugian dari melakukan pembagian kerja dalam suatu badan usaha. Keuntungan dalam melakukan pembagian kerja antara lain, yaitu pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat, tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain, pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien, dan pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk. Kekurangan dalam pembagian kerja terbagi menjadi dua, yaitu pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia, dan kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun [2].
Aliran informasi yang baik dari atasan kebawahan merupakan hasil dari perencanaan organisasional yang baik. Menurut Chester Barnard terdapat beberapa faktor yan menybabkan makin banyak perintah dari manager. Alasan atau faktor-faktornya adalah saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manager dan dikenal semua anggota organisasi, tiap anggota organisasi telah menerima saluram komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah, lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung, rantai komando yang lengkap, manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai, manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional, dan suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer [3].




Sumber: